Gugatan hukum dari Florida, yang menjadi tuntutan pertama dari pemerintah negara bagian di AS, mengklaim bahwa platform milik OpenAI telah membahayakan anak-anak. Platform tersebut dituding memberikan informasi kepada pelaku penembakan di sekolah, menyediakan panduan terkait tindakan melukai diri sendiri, hingga memicu kecanduan di kalangan pengguna muda.
Selain itu, seorang ibu asal Kanada juga melayangkan gugatan hukum kepada OpenAI dan Chief Executive Sam Altman di pengadilan AS atas tuduhan serupa, di mana ChatGPT dinilai telah mendorong putrinya untuk melakukan tindakan bunuh diri.
Merespons tekanan hukum tersebut, juru bicara OpenAI menyatakan bahwa kecerdasan buatan merupakan teknologi baru yang sangat kuat, dan pihak perusahaan terus bekerja setiap hari untuk menghadirkan manfaatnya secara aman dan bertanggung jawab kepada masyarakat.
Manajemen OpenAI juga menegaskan pihaknya menanggapi kekhawatiran yang disampaikan oleh para Jaksa Agung secara serius dan berkomitmen untuk bersikap kooperatif selama proses investigasi berlangsung.
Penyelidikan besar-besaran yang pertama kali dilaporkan oleh The Wall Street Journal ini bergulir tepat setelah OpenAI mengumumkan telah mengajukan dokumen IPO AS secara rahasia (confidential filing) kepada regulator setempat.