CEO Aplikasi OpenAI, Fidji Simo, menyatakan bahwa kehadiran ChatGPT Health merupakan respons terhadap berbagai tantangan dalam sistem layanan kesehatan global.
“Kami melihat ChatGPT Health sebagai jawaban atas masalah seperti biaya layanan kesehatan yang tinggi, keterbatasan akses, beban kerja tenaga medis, serta kurangnya kesinambungan perawatan,” tulis Simo dalam unggahan blog resmi OpenAI.
Meski demikian, OpenAI mengakui penggunaan chatbot AI dalam konteks kesehatan juga membawa risiko. Model bahasa besar seperti ChatGPT bekerja dengan memprediksi jawaban paling mungkin, bukan memastikan kebenaran medis, serta berpotensi menghasilkan informasi keliru atau halusinasi.
Dalam ketentuan layanannya, OpenAI menegaskan bahwa ChatGPT Health tidak dimaksudkan untuk diagnosis atau pengobatan kondisi medis apa pun.
Fitur ChatGPT Health akan dijadwalkan mulai tersedia bagi pengguna dalam beberapa minggu mendatang. (Reporter: Nasywa Salsabila) (Wahyu Dwi Anggoro)