sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Penutupan Selat Hormuz Ancam Ekspor Mobil Asia ke Timur Tengah

Technology editor Tim IDXChannel
09/03/2026 14:32 WIB
Ekspor mobil dari China, India, Korea selatan, dan Jepang ke Timur Tengah terhambat akibat penutupan Selat Hormuz.
Penutupan Selat Hormuz Ancam Ekspor Mobil Asia ke Timur Tengah. (Foto: Inews Media Group)
Penutupan Selat Hormuz Ancam Ekspor Mobil Asia ke Timur Tengah. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel - Ekspor mobil dari China, India, Korea selatan, dan Jepang ke Timur Tengah terhambat akibat penutupan Selat Hormuz.

Produsen otomotif asal negara-negara tersebut selama  ini mengekspor mobil yang bernilai miliaran dolar ke kawasan Timur Tengah melalui Selat Hormuz.

Dilansir dari Reuters (6/3/2026), perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel mengancam pengiriman kendaraan ke kawasan Timur Tengah, pasar ekspor yang besar untuk produsen mobil Asia.

Untuk China, Timur Tengah merupakan pasar luar negeri terbesar kedua terbesar di luar Negeri Tirai. Penjualan di Timur Tengah diperlukan untuk mengimbangi lemahnya permintaan di dalam negeri.

Menurut Asosiasi Mobil Penumpang China, dari 8.32 juta mobil yang dikirim ke luar negeri oleh produsen mobil China di 2025, 1.39 juta dikirim ke negara-negara teluk seperti Saudi Arabia dan United Arab Emirates.

Beberapa pengekspor utama antara lain Cherry Automobile, BYD, SAIC Motor, Changan Automobile, dan Geely.

Kia, Hyundai Motor, dan Toyota Motor juga merupakan top 10 pengekspor mobil ke kawasan Timur Tengah, berdasarkan data dari Gasgoo Automotive Research Institute.

Sementara itu, India mengekspor mobil bernilai USD 8.8 miliar di 2025, 25 persen mengalir ke Timur Tengah.

Mengutip Reuters (6/3/2026), Hyundai Motor adalah perusahaan yang paling rentan karena separuh dari pengiriman globalnya pada 2025 dari India dialokasikan ke negara-negara di wilayah Teluk. Toyota juga memiliki eksposur yang besar.

Menurut laporan Nikkei, Toyota akan memproduksi hampir 40.000 kendaraan lebih sedikit yang ditujukan untuk pasar Timur Tengah karena masalah logistik yang timbul dari kampanye AS-Israel terhadap Iran. (Reporter: Eugenia Siregar) (Wahyu Dwi Anggoro)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement