Temuan ini menunjukkan percepatan elektrifikasi membutuhkan reformasi sistem transportasi publik yang didukung kebijakan, kelembagaan, dan pembiayaan yang berkelanjutan.
Deputy Director ITDP Indonesia Deliani Siregar menyampaikan, reformasi transportasi publik harus berjalan beriringan dengan elektrifikasi armada agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.
“Tanpa tata kelola transportasi publik yang baik, bus listrik hanya mengganti mesin di atas sistem yang sama-sama belum efisien. Sebaliknya, ketika reformasi transportasi publik berjalan beriringan dengan elektrifikasi, manfaatnya dapat dikunci dalam jangka panjang. Efisiensi biaya operasional bus listrik yang 30 hingga 40 persen lebih rendah dibandingkan bus diesel juga membuka peluang menghadirkan layanan yang lebih terjangkau bagi jutaan penumpang setiap hari," ujarnya.
Berdasarkan data Kemenhub per 24 Juni 2026, populasi kendaraan listrik nasional telah mencapai 386.591 unit. Namun, jumlah bus listrik baru sebanyak 867 unit, sehingga peluang percepatan elektrifikasi angkutan umum masih sangat besar.
Dari sisi implementasi, Perum Damri melaporkan armada bus listriknya di layanan Transjakarta telah meningkat menjadi 316 unit.