Terkait target penjualan kendaraan nasional sebesar 850.000 unit pada tahun ini, menurut Agus tidak seharusnya dipandang sebagai batas maksimal. Sebaliknya, angka tersebut merupakan titik awal untuk mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional.
"Oleh sebab itu, angka yang tadi saya sampaikan, 850.000 unit minimal target tahun ini, seharusnya bukan menjadi batas atas. Angka tersebut merupakan titik awal. Karena apa? Karena pasar otomotif Indonesia jauh dari posisi jenuh. Bahkan, kita harus berani mengatakan pasar, ya, pasar otomotif kita justru baru dimulai," ujar dia.
Agus juga menegaskan pemerintah ingin memastikan potensi pertumbuhan pasar otomotif domestik dapat dimanfaatkan oleh industri dalam negeri, bukan dipenuhi oleh produk impor.
Menurutnya, seluruh pelaku industri nasional perlu mengambil peran dalam memenuhi permintaan pasar yang diperkirakan terus meningkat seiring bertambahnya tingkat kepemilikan kendaraan.
"Dan oleh sebab itu, pemerintah memberikan pesan dan pesannya semakin tegas, ruang tumbuh, potensi ruang tumbuh yang sebesar tersebut tidak boleh diisi oleh barang-barang impor, harus diisi oleh barang-barang yang diproduksi dalam negeri dari setiap tingkatannya," kata Agus.
(NIA DEVIYANA)
Advertisement
Rasio Kepemilikan Mobil di RI Masih Rendah, Ini Perbandingannya dengan Malaysia-Singapura
Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan rasio kepemilikan mobil di Indonesia masih tergolong rendah.
Rasio Kepemilikan Mobil di RI Masih Rendah, Ini Perbandingannya dengan Malaysia-Singapura. Foto: iNews Media Group.
Follow Saluran Whatsapp IDX Channel untuk Update Berita Ekonomi
Follow
Tim Editor
Advertisement
Advertisement