“Proyek ini akan didanai swasta dan dilaksanakan bertahap dalam lima tahun ke depan,” ujarnya dikutip dari Reuters, Selasa (17/2/2026).
Dia menambahkan, WorldLink dirancang untuk mengurangi kepadatan jalur data serta memangkas waktu transmisi dibandingkan jalur yang selama ini melewati Terusan Suez.
Sementara itu, pemerintah UEA dan Arab Saudi belum memberikan tanggapan resmi terkait proyek tersebut.
Sebelumnya, Arab Saudi dan Suriah pada 7 Februari 2026 mengumumkan rencana pembangunan jaringan kabel optik dalam paket investasi yang lebih luas. Proyek bertajuk SilkLink itu bernilai sekitar USD1 miliar (Rp17 triliun) dan ditujukan untuk merehabilitasi infrastruktur Suriah sekaligus memosisikannya sebagai jalur data antara Asia dan Eropa."
Menanggapi proyek Irak-UEA, Kementerian Telekomunikasi Suriah menyatakan tambahan investasi infrastruktur akan meningkatkan keberagaman dan ketahanan jalur data global.