“SilkLink dirancang menghadirkan latensi rendah dan ketersediaan tinggi. Kami memperkirakan proyek ini sangat kompetitif dari sisi performa dan ketahanan,” katanya.
Selain Tech 964, WorldLink juga didukung DIL Technologies yang berbasis di Kurdistan (Irak) serta Breeze Investments asal UEA. Chairman Breeze Investments, Nayef Al Ameri, menilai kesiapan infrastruktur AI menjadi kebutuhan mendesak seiring adopsi global.
“Kesiapan infrastruktur AI adalah keniscayaan. WorldLink dirancang menghadirkan konektivitas tercepat dan paling andal di kawasan untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” ujarnya.
Sebagai informasi, Irak pada 2023 meluncurkan proyek Development Road senilai USD17 miliar untuk menghubungkan Pelabuhan Faw dengan Turki melalui jaringan rel dan jalan raya sebagai bagian dari upaya memperkuat posisinya sebagai koridor transit regional.
(Rahmat Fiansyah)