IDXCHANNEL- Membangun bisnis jamu tidak semudah menuang air ke dalam gelas, setidaknya itu yang dialami CEO PT Sidomuncul Irwan Hidayat. Dikenal sebagai perusahaan jamu modern terbesar di Indonesia, Irwan memulainya dengan melakukan modernisasi pabrik dan diterapkan sesuai standar kesehatan nasional selama puluhan tahun.
Namun bisnis Sidomuncul sejatinya dirintis dengan tidak mudah. Dikutip dari laman TheJakartaPost, pada 1972 merupakan titik awal karena terjadi pengalihan nahkoda bisnis perusahaan kepada Irwan. Sayangnya, saat itu bisnis tersebut meninggalkan masalah yang akhirnya memaksa Irwan dan saudaranya untuk memperbaiki perusahaan.
Bahkan, perusahaan menanggung utang dan hampir tidak memiliki aset. Utang bahan baku setara dengan 30 bulan omzet perusahaan, sedangkan aset pabrik hanya 600 meter persegi dan tidak memiliki mesin untuk produksi.
Melihat hal tersebut Irwan tidak tinggal diam, dirinya melakukan berbagai pembenahan termasuk sejumlah eksperimen dari sisi produk. Puncaknya, Sidomuncul memutuskan untuk mendirikan pabrik pada 1997 dan memproduksi jamu secara mekanis, memenuhi standar farmasi dan modern dengan peralatan mutakhir.
Tak hanya modernisasi di sektor mesin, pada areal seluas 32 hektar, Irwan turut membangun laboratorium seluas 3.000 meter persegi dengan biaya sekitar Rp2,5 miliar dan pabrik seluas tujuh hektar, termasuk pabrik mi. Seiring waktu, di areal tersebut juga ikut dikembangkan sarana agrowisata seluas 1,5 hektar.