Nabung Saham dan Reksa Dana, Mana Lebih Untung?
Yuk Nabung Saham
Fahmi Abidin
Kamis, 04 Juli 2019 15:30 WIB
Investasi zaman sekarang kian mudah, banyaknya pilihan investasi juga sudah didukung berbagai kemudahan.
Nabung Saham dan Reksa Dana, Mana Lebih Untung?. (Foto: Ist)

IDXChannel – Investasi zaman sekarang kian mudah, banyaknya pilihan investasi juga sudah didukung berbagai kemudahan.

Saat ini, banyak sekali orang yang sudah melakukan nabung saham. Seminar-seminar serta workshop tentang nabung saham juga semakin menjamur. Selain itu, ajakan untuk investasi reksa dana juga turut diminati masyarakat.

Namun sebelum memilih untuk berinvestasi, ada beberapa perbedaan tentang nabung saham dan investasi reksa dana yang bisa Anda pelajari. Simak ulasan berikut ini:

  1. Modal Awal

Untuk modal awal nabung saham dan investasi reksa dana cukup minim. Hanya dengan Rp100.000 saja sudah bisa berinvestasi. Untuk keduanya bisa di katakan setara.

  1. Risiko

Dari segi risiko, kamu harus mengetahui tentang high risk high return, yaitu jika kamu ingin mendapatkan hasil yang besar tentu risikonya juga akan besar. Bila Anda menginvestasikan uang melalui reksa dana maka uang tersebut akan dikelola oleh manajer investasi yang sudah berpengalaman dan juga terpercaya. Oleh karena itu, bisa dikatakan investasi di reksa dana cukup aman.

Sedangkan Investasi di saham, risiko yang didapat lebih variatif. Dikarenakan portofolio investasi kamu akan dikelola oleh diri sendiri. Mengatur portofolio sebaik mungkin sangat diperlukan agar risiko yang kamu dapatkan tidak terlalu besar.

  1. Perencanaan Keuangan

Dalam mewujudkan tujuan keuangan, Investasi reksa dana merupakan Investasi yang cocok. Karena kamu dapat mengajukan pemotongan otomatis atau autodebet setiap bulannya. Sedangkan saham, Kamu sendirilah yang harus membelinya. Kamu yang menentukan harga serta jumlah yang mau dibeli.

Selain itu, investasi reksa dana juga sangat cocok tujuan keuangan Anda dalam jangka waktu pendek, menengah, maupun panjang. Sedangkan saham, sangat cocok untuk yang berani mengambil risiko tinggi dan juga untuk jangka waktu panjang.

  1. Biaya atau Potongan Komisi

Dari segi biaya yang dikeluarkan investasi saham biayanya lebih sedikit dibandingkan dengan investasi reksa dana. Semakin kecil biaya yang kamu keluarkan tentunya akan semakin baik. Dikarenakan biaya jual dan beli saham biasanya lebih rendah daripada reksa dana. Selain itu, dalam reksa dana juga terdapat biaya-biaya lainnya seperti biaya pengalihan (switching fee), biaya manajer investasi, biaya Bank Kustodian dan lain sebagainya.

  1. Kemudahan Analisis

Jika kamu ingin berinvestasi, kamu harus pandai menganalisis saham atau reksa dana yang tepat. Dari segi analisis, reksa dana sangat mudah untuk di analisis karena terdapat tingkat risiko pada setiap jenis dari reksa dana

Sedangkan dalam analisis saham, Kamu harus benar-benar mengetahui saham apa yang kamu beli, bergerak di bisnis apa, membaca laporan keuangannya, dan sebagainya. Analisis saham membutuhkan beberapa keahlian analisis khusus seperti analisis fundamental dan teknikal. Hal ini tidak mudah bagi para investor pemula.

Dalam menabung saham dan juga Investasi reksa dana. sebenarnya, sama-sama menguntungkan dan juga mudah jika kamu niat dalam mempelajarinya , keduanya memiliki keuntungan dan kerugian masing masing. Disarankan pilih Investasi yang cocok untuk kamu saat ini. (*)

Baca Juga