sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Adira Finance (ADMF) Raup Laba Bersih Rp1,54 Triliun Pascamerger

Banking editor Rahmat Fiansyah
20/02/2026 08:44 WIB
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk atau Adira Finance (ADMF) mencatat kinerja yang cukup solid sepanjang 2025.
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk atau Adira Finance (ADMF) mencatat kinerja yang cukup solid sepanjang tahun lalu. (Foto: Ist)
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk atau Adira Finance (ADMF) mencatat kinerja yang cukup solid sepanjang tahun lalu. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk atau Adira Finance (ADMF) mencatat kinerja yang cukup solid sepanjang tahun lalu, sejalan dengan tuntasnya proses merger dengan PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN).

Pada 2025, Adira membukukan laba bersih sebesar Rp1,54 triliun, turun 15 persen dibandingkan angka laba 2024 yang disajikan kembali (restatement) imbas merger sebesar Rp1,81 triliun.

Dalam laporan keuangan yang diterbitkan Kamis (19/2/2026), Adira meraih pendapatan Rp12,1 triliun, naik 2,9 persen secara tahunan. Pendapatan perseroan terutama berasal dari segmen pembiayaan konsumen Rp7,6 triliun dan margin murabahah Rp1,7 triliun.

Pendapatan dari pembiayaan konsumen didominasi oleh segmen sepeda motor Rp3,93 triliun. Untuk mobil sebesar Rp1,5 triliun dan barang tahan lama (durable goods) sebesar Rp2,1 triliun.

Adira menyalurkan pembiayaan kepada konsumen sepanjang 2025 sebesar Rp25,7 triliun dengan total outstanding pembiayaan Rp60 triliun, sedangkan untuk piutang pembiayaan murabahah sebesar Rp5,5 triliun.

Beban operasional Adira pada tahun lalu meningkat 6,3 persen menjadi Rp10,1 triliun, terutama berasal dari gaji dan tunjangan Rp3,3 triliun (+15 persen), sedangkan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) stabil dengan kecenderungan menurun di kisaran Rp1,9 triliun.

Arus kas emiten multifinance itu juga membaik dengan arus kas dari aktivitas operasional yang mencapai Rp453 miliar, naik 64 persen. Perbaikan ini terutama datang dari transaksi pembiayaan yang naik 5 persen menjadi Rp54,2 triliun.

Kendati demikian, anak usaha PT Bank Danamon Tbk (BDMN) itu mengalami penurunan dari sisi likuiditas. Hal ini tercermin dari posisi kas dan setara kas yang turun 58 persen dai Rp1,96 triliun menjadi Rp822 miliar.

Penurunan kas ini disebabkan terutama oleh pembayaran pinjaman bank Rp13,4 triliun dan pembayaran pokok utang obligasi Rp2,7 triliun. Selain itu, Adira juga membayarkan dividen tunai kepada pemegang saham Rp982 miliar pada tahun lalu.

Kendati demikian, aset Adira masih stabil di kisaran Rp38 triliun, berkat piutang pembiayaan yang naik 8 persen menjadi Rp25,7 triliun. Sedangkan liabilitas stabil di angka Rp23 triliun dengan ekuitas Rp15 triliun.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement