sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bank-bank Rusia Berebut Yuan karena Kekurangan Likuiditas

Banking editor Dian Kusumo Hapsari
14/08/2024 11:32 WIB
Sanksi AS yang lebih ketat telah mengekang aliran yuan ke Rusia, memaksa pemberi pinjaman lokal untuk meminjam mata uang dengan suku bunga yang lebih tinggi
Bank-bank Rusia Berebut Yuan karena Kekurangan Likuiditas. (Foto: MNC Media)
Bank-bank Rusia Berebut Yuan karena Kekurangan Likuiditas. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Sanksi AS yang lebih ketat telah mengekang aliran yuan ke Rusia, memaksa pemberi pinjaman lokal untuk meminjam mata uang dengan suku bunga yang lebih tinggi dari bank sentral.

China menjadi mitra dagang utama Rusia setelah Kremlin terputus dari pasar Barat akibat sanksi yang dijatuhkan sebagai tanggapan atas invasi Ukraina pada tahun 2022. Di tengah "persahabatan tanpa batas" Moskow dan Beijing, sekitar USD240 miliar impor dan ekspor sekarang dihargai hampir seluruhnya dalam yuan.

Namun, ada bukti yang berkembang bahwa bank-bank China takut dihukum karena secara tidak langsung mendanai mesin perang Rusia di bawah sanksi AS terbaru yang diperluas yang diumumkan pada Juni.

Masalah pembayaran menjadi agenda utama ketika Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan Presiden China Xi Jinping. Karena likuiditas yuan di Rusia mengering, perusahaan-perusahaan semakin sering menggunakan swap yuan dengan Bank of Russia--operasi yang sebelumnya dipandang sebagai pilihan terakhir yang mahal.

Volume harian rata-rata yuan yang dipinjam melalui swap melonjak menjadi 20 miliar yuan (USD2,8 miliar) di Agustus dibandingkan dengan 10 miliar yuan di Juni, demikian perhitungan Bloomberg dengan menggunakan data bank sentral terbaru.

Halaman : 1 2 3
Berita Rekomendasi

Berita Terkait
Advertisement
Advertisement