sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bank-bank Rusia Berebut Yuan karena Kekurangan Likuiditas

Banking editor Dian Kusumo Hapsari
14/08/2024 11:32 WIB
Sanksi AS yang lebih ketat telah mengekang aliran yuan ke Rusia, memaksa pemberi pinjaman lokal untuk meminjam mata uang dengan suku bunga yang lebih tinggi
Bank-bank Rusia Berebut Yuan karena Kekurangan Likuiditas. (Foto: MNC Media)
Bank-bank Rusia Berebut Yuan karena Kekurangan Likuiditas. (Foto: MNC Media)

Perusahaan-perusahaan Rusia semakin sering melakukan pembayaran melalui negara-negara bekas republik Soviet yang "bersahabat" seperti Kazakhstan dan para eksportir dapat menyimpan lebih banyak pendapatan mereka di luar Rusia setelah aturan repatriasi wajib dilonggarkan.

Sberbank--bank terbesar di Rusia--melihat "tidak ada prospek" akan membaiknya situasi likuiditas yuan secara dramatis, layanan berita Interfax mengutip Taras Skvortsov, wakil presiden senior dan kepala divisi keuangannya, yang mengatakan pada 8 Agustus.

"Pasar uang yuan Rusia belum pulih, yang mengisyaratkan bahwa bank-bank Rusia sedang berjuang untuk menemukan solusi yang dapat diandalkan. Bank of Russia melangkah ke dalam celah yang mungkin ditinggalkan oleh cabang-cabang bank swasta China di Rusia. Biaya berbasis yuan yang lebih tinggi dapat berarti volume perdagangan yang lebih rendah dengan China, sumber utama impor Rusia. Jika ekspor China ke Rusia--baik secara langsung maupun transshipment--menurun di paruh kedua tahun ini, Washington akan dapat mengklaim kemenangan besar dalam perang sanksinya terhadap Rusia, dan kemampuan yuan untuk menjadi alternatif bagi dolar akan semakin dipertanyakan," Alex Isakov, Ekonom Rusia

AS memperluas parameter untuk menentukan apakah akan memberlakukan sanksi sekunder dengan memperluas definisi pangkalan industri militer Rusia. Bulan lalu, Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan mengatakan bahwa AS sedang mempersiapkan sanksi-sanksi baru terhadap entitas-entitas China yang mendukung perang Rusia di Ukraina, yang mengisyaratkan bahwa bank-bank mungkin akan terkena dampaknya.

Peringatan tersebut telah membuat banyak pemberi pinjaman China waspada dalam mentransfer yuan, dan dalam beberapa kasus membekukan transaksi selama berbulan-bulan, menurut Vladimir Chernov, analis di pialang Freedom Finance Global.

Halaman : 1 2 3
Berita Rekomendasi

Berita Terkait
Advertisement
Advertisement