AALI
9450
ABBA
278
ABDA
6050
ABMM
2490
ACES
720
ACST
174
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
755
ADMF
8150
ADMG
174
ADRO
3150
AGAR
312
AGII
2340
AGRO
840
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
95
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1530
AKRA
1215
AKSI
268
ALDO
750
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.41
1.11%
+5.93
IHSG
7160.39
1.05%
+74.15
LQ45
1018.33
1.04%
+10.53
HSI
20082.43
2.41%
+471.59
N225
0.00
-100%
-27999.96
NYSE
0.00
-100%
-15264.79
Kurs
HKD/IDR 160
USD/IDR 14,765
Emas
848,754 / gram

Bank Indonesia Beberkan Perkembangan Indikator Stabilitas Rupiah Terkini

BANKING
Anggie Ariesta
Sabtu, 02 Juli 2022 00:21 WIB
Rupiah ditutup melemah di level (bid) Rp14.895 per dolar AS, disusul Yield Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun turun di 7,20 persen.
Bank Indonesia Beberkan Perkembangan Indikator Stabilitas Rupiah Terkini (foto: MNC Media)
Bank Indonesia Beberkan Perkembangan Indikator Stabilitas Rupiah Terkini (foto: MNC Media)

IDXChannel - Mencermati pemulihan ekonomi nasional yang sedang berlangsung, Bank Indonesia (BI) menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai Rupiah secara periodik. Pada akhir perdagangan Kamis (30/6/2022), Rupiah ditutup melemah di level (bid) Rp14.895 per dolar AS, disusul Yield Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun turun di 7,20 persen. 

Hal ini dilanjutkan dengan DXY yang menguat ke level 104,69 dan Yield US Treasury (UST) 10 tahun turun ke level 3,013%. DXY sendiri merupakan Indeks Dolar yang menunjukkan pergerakan dolar terhadap enam mata uang negara utama lainnya, meliputi Euro Eropa (EUR), Yen Jepang (JPY), Poundsterling Inggris Raya (GBP), Dolar Canada (CAD), Krona Swedia (SEK) dan Franc Swiss (CHF).

Sedangkan pada awal perdagangan Jumat (1/7/2022), Rupiah dibuka pada level (bid) Rp14.910 per dollar AS dan Yield SBN 10 tahun stabil di level 7,2 persen.

"Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait dan terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut," ungkap Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, dalam keterangan resminya, Jumat (1/7/2022).

Perlu diketahui, aliran modal asing pada minggu keempat Juni 2022 terlihat dari Premi CDS Indonesia 5 tahun naik ke level 141,96 bps per 30 Juni 2022 dari 124,96 bps per 24 Juni 2022.

Berdasarkan data transaksi 27 Juni hingga 30 Juni 2022, non residen di pasar keuangan domestik jual neto Rp7,23 triliun terdiri dari jual neto di pasar SBN sebesar Rp3,34 triliun dan jual neto di pasar saham sebesar Rp3,89 triliun.

Terakhir, berdasarkan data setelmen hingga 30 Juni 2022 (ytd), non residen jual neto Rp111,12 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp61,82 triliun di pasar saham. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD