“Peningkatan DPK ini menunjukkan nasabah semakin banyak dan percaya untuk memanfaatkan produk dan layanan Bank Jago sebagai bagian dari pengelolaan keuangan mereka. Kini Aplikasi Jago bukan sekadar tempat untuk menabung dan bertransaksi, tetapi sudah menjadi tempat untuk menumbuhkan keuangan nasabah secara lebih menyeluruh,” kata Direktur Utama Bank Jago Arief Harris dalam keterangan tertulis, Jumat (24/4/2026).
Kinerja Bank Jago, kata Arief, juga kuat di sisi penyaluran kredit yang bertumbuh mencapai 24 persen secara tahunan. Hingga akhir kuartal I-2026, total penyaluran kredit tercatat sebesar Rp25,2 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp20,3 triliun.
Pencapaian ini tidak lepas dari strategi kolaborasi dengan berbagai mitra (partner), termasuk ekosistem dan platform digital, perusahaan pembiayaan, dan lembaga keuangan lainnya.
Dengan situasi ekonomi yang dinamis, Bank Jago melakukan ekspansi kredit dengan tetap menjaga kualitas dan mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross yang rendah di level 0,8 persen, lebih rendah dibanding rata-rata NPL perbankan nasional.