Pertumbuhan kredit yang solid turut mendorong total aset Bank Jago. Hingga akhir Maret 2026, aset Bank Jago tercatat mencapai Rp39,5 triliun, tumbuh 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp32,5 triliun.
Bank Jago menjaga permodalan tetap kuat, tercermin dari rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) di level 29,9 persen.
Hal ini diyakini memberikan cukup ruang untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan. Sementara rasio kredit terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) tercatat sebesar 95 persen.
“Di tengah dinamika ekonomi global dan dalam negeri, kami tetap berhati-hati untuk menjaga kinerja perusahaan tetap sehat sembari mencari peluang untuk tumbuh berkelanjutan,” tutur Arief.
(NIA DEVIYANA)