Posisi berikutnya ditempati oleh sektor jasa produksi senilai Rp3,86 triliun (21,72 persen), sektor industri pengolahan sebesar Rp1,35 triliun (7,60 persen), serta sektor perikanan yang mengantongi modal Rp249 miliar (1,41 persen).
Di samping memperkuat barisan UMKM, bank berlogo pita emas ini turut menyokong program perumahan nasional melalui penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) pada sisi permintaan (demand) senilai Rp493,10 miIiar bagi 1.764 debitur.
Dana ini dimanfaatkan pelaku usaha mikro untuk keperluan pembelian, pendirian, hingga renovasi tempat tinggal yang terintegrasi dengan operasional bisnis mereka.
Secara kumulatif sejak program KUR pertama kali dicanangkan pada 2008 hingga akhir Mei 2026, Bank Mandiri tercatat telah menggelontorkan total modal kerja dan investasi fantatis mencapai Rp321,01 triliun yang didistribusikan kepada 3,72 juta debitur secara nasional.
Untuk mengamankan kualitas kredit sekaligus mempercepat penetrasi ke akar rumput, Bank Mandiri mengandalkan pendekatan rantai nilai closed-loop yang terintegrasi langsung dengan ekosistem nasabah korporasi (wholesale), sentra industri komoditas, dan sektor unggulan di tiap wilayah. Skema ini menghubungkan jaringan pasok secara efisien mulai dari supplier, distributor, hingga pembeli siaga (off-taker).