AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Bank Mega (MEGA) Kantongi Laba Rp1,94 Triliun di Semester I-2021

BANKING
Shifa Nurhaliza
Jum'at, 30 Juli 2021 13:59 WIB
PT Bank Mega Tbk (MEGA) mampu membukukan kenaikan laba sebelum pajak sebesar 33 persen dari Rp1,46 triliun menjadi Rp1,94 triliun.
Bank Mega (MEGA) Kantongi Laba Rp1,94 Triliun di Semester I-2021. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Bank Mega Tbk (MEGA) hingga Juni 2021 tercatat positif. Perseroan mampu membukukan kenaikan laba sebelum pajak sebesar 33 persen dari Rp1,46 triliun menjadi Rp1,94 triliun. Sementara laba bersih naik 32 persen dari Rp1,18 triliun menjadi Rp1,56 triliun.

Mengutip laporan keuangan MEGA, Jumat (30/7/2021), Direktur Utama MEGA, Kostaman Thayib menjelaskan bahwa pertumbuhan laba tersebut dikontribusikan oleh pendapatan bunga bersih sebesar Rp2,4 triliun. Jumlah ini naik sebesar 23 persen dari sebelumnya hanya Rp1,98 triliun. 

Penentu pertumbuhan laba juga ditopang oleh efisiensi berupa penurunan biaya operasional sebesar 9 persen (YoY) dari Rp1,70 triliun menjadi sebesar Rp1,54 triliun.

Pada Juni 2021, total aset perseroan juga naik sebesar 3 persen menjadi Rp115,87 triliun dibandingkan posisi Desember 2020 sebesar Rp112,20 triliun.

Untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) yang diperoleh perseroan juga tumbuh sebesar 6 persen pada tahun berjalan menjadi Rp84,07 triliun dibandingkan posisi Desember 2020 sebesar Rp79,19 triliun.

Sekadar diketahui, DPK ini dikontribusi oleh tabungan yang tumbuh sebesar 7 persen (YTD) menjadi Rp14,73 triliun dan deposito yang juga tumbuh sebesar 7 persen (YTD) menjadi Rp60,83 triliun.

Adapun rasio keuangan perseroan mengalami peningkatan dengan rasio kecukupan modal (CAR) naik dari 25,3 persen pada Juni 2020 menjadi 27,31 persen pada Juni 2021. Pertumbuhan kredit juga diikuti dengan kualitas yang baik, dimana pada triwulan II 2021 NPL gross tercatat turun menjadi 1,26 persen dari posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,56 persen.

Kemudian, rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) pada triwulan II 2021 turun menjadi 62,05 persen dimana sebelumnya sebesar 70,18 persen. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD