AALI
10425
ABBA
424
ABDA
0
ABMM
1500
ACES
1405
ACST
282
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1185
ADMF
7975
ADMG
228
ADRO
1860
AGAR
346
AGII
1515
AGRO
2010
AGRO-R
0
AGRS
204
AHAP
64
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
240
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
635
AKRA
4280
AKSI
430
ALDO
705
ALKA
234
ALMI
234
ALTO
308
Market Watch
Last updated : 2021/10/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
517.26
-0.05%
-0.28
IHSG
6633.34
0.11%
+7.22
LQ45
972.21
-0.05%
-0.45
HSI
25330.96
1.48%
+368.37
N225
29068.63
1.81%
+517.70
NYSE
16744.29
1.4%
+231.13
Kurs
HKD/IDR 1,817
USD/IDR 14,150
Emas
812,528 / gram

Bank Mega Bukukan Laba Rp747 Miliar di Kuartal I-2021

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Senin, 10 Mei 2021 10:59 WIB
Nilai tersebut tumbuh 11,6% year on year (YoY) dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 669 Miliar.
Bank Mega bukukan laba Rp747 Miliar di Kuartal I-2021

IDXChannel - PT Bank Mega Tbk (MEGA) berhasil mencatatkan laba bersih senilai Rp 747 Miliar pada kuartal pertama 2021. Nilai itu tumbuh 11,6% year on year (YoY) dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 669 Miliar. 

Berdasarkan laporan keuangan MEGA, Senin (10/5/2021), pertumbuhan laba tersebut diperoleh dari pendapatan bunga bersih (Net Interest Income) yang naik sebesar 17,8% YoY menjadi Rp 1,2 Triliun dari posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 989 Miliar. 

Selain pendapatan bunga bersih, pendapatan laba MEGA juga disebabkan oleh keberhasilan MEGA dalam menurunkan biaya operasional sebesar 22,6% (YoY) menjadi Rp 686 Miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 887 Miliar. 

Adapun penghimpunan Dana Pihak Ketiga, MEGA mencatatkan pertumbuhan sedikit turun sebesar -0,9% YTD menjadi Rp 78,5 Triliun dari posisi akhir tahun 2020 sebesar Rp 79,2 Triliun. Namun secara komposisi, rasio CASA MEGA pada Maret 2021 membaik menjadi 31% dibandingkan pada akhir tahun 2020 sebesar 28%. 

Membaiknya rasio CASA ini ditopang oleh Giro yang tumbuh sebesar 25,6% YTD menjadi Rp 10,7 Triliun pada Maret 2021 dari posisi akhir tahun 2020 sebesar Rp 8,5 triliun. 

Pada sisi penyaluran kredit, meski kondisi perekonomian masih terdampak pandemi Covid-19 namun MEGA masih mengalami pertumbuhan positif sebesar 1,6% YTD menjadi Rp 49,3 Triliun dari posisi akhir tahun 2020 sebesar Rp 48,5 Triliun. Hal ini terutama ditopang oleh kredit korporasi yang tumbuh positif sebesar 3,7% YTD menjadi Rp 27,2 Triliun pada Maret 2021. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD