Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat sebesar 6,85 persen yang didukung oleh pertumbuhan dana murah (CASA). Hal ini mencerminkan tingkat kepercayaan nasabah yang tetap kuat terhadap perseroan di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat.
Ekuitas perseroan meningkat sebesar 7,12 persen, menunjukkan penguatan struktur permodalan yang berkelanjutan. Pada tahun 2025, laba bersih tercatat sebesar Rp320 miliar, mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, sejalan dengan langkah Bank Mestika dalam memperkuat pencadangan dan menjaga kualitas aset.
Secara keseluruhan, kondisi keuangan Bank Mestika tetap sehat dengan likuiditas dan permodalan yang terjaga kuat. Kinerja rasio keuangan bank juga menunjukkan ketahanan, likuiditas dan kualitas yang baik serta terjaga jauh diambang batas yang ditentukan oleh regulator.
Ambisi Bank Mestika untuk bertransformasi ke kelompok bank KBMI disokong oleh indikator neraca dan rasio keuangan yang sangat memadai per akhir tahun 2025. Nilai ekuitas perseroan menguat 7,12 persen menjadi Rp5,45 triliun, menopang total aset bank yang tumbuh menjadi Rp16,66 triliun.
Rasio CAR Bank Mestika menebal dari 44,93 persen di tahun 2024 menjadi 46,49 persen pada 2025, mencerminkan ruang ekspansi kredit yang masih sangat longgar.