Saat ini, harga emas kembali bergerak stabil dan diperdagangkan di sekitar USD4.960 per ounce, seiring pasar mencermati arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) ke depan.
Di sisi permintaan domestik, konsumsi emas China tercatat menurun untuk tahun kedua berturut-turut pada 2025. China Gold Association mencatat konsumsi emas turun 3,75 persen menjadi 950 metrik ton dibandingkan tahun sebelumnya, ujarnya.
Kendati demikian, permintaan emas batangan dan koin justru melonjak. Pembelian emas dalam bentuk tersebut naik 35,14 persen sepanjang 2025 dan kini menyumbang lebih dari separuh total konsumsi emas nasional, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap aset safe haven.
Sebagai catatan, PBOC sempat menghentikan pembelian emas setelah mencatatkan rekor akumulasi selama 18 bulan pada Mei 2024. Namun, bank sentral tersebut kembali melanjutkan pembelian enam bulan kemudian dan terus berlanjut hingga awal 2026.
(Rahmat Fiansyah)