BOJ mengakhiri program stimulus besar-besaran selama satu dekade pada 2024 dan telah menaikkan suku bunga kebijakannya beberapa kali, termasuk pada Desember 2025.
Melonjaknya biaya energi akibat konflik di Timur Tengah mempersulit keputusan suku bunga BOJ. Di satu sisi, krisis itu mendorong kenaikan harga-harga. Di sisi lain, ini juga merugikan perekonomian Jepang yang sangat bergantung pada impor bahan bakar. (Wahyu Dwi Anggoro)