AALI
9750
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
2370
ACES
805
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7675
ADHI
810
ADMF
8075
ADMG
176
ADRO
2970
AGAR
324
AGII
2090
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
123
AHAP
57
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1550
AKRA
1065
AKSI
292
ALDO
850
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
214
Market Watch
Last updated : 2022/06/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.01
-0.92%
-5.02
IHSG
7008.34
-0.49%
-34.59
LQ45
1009.48
-0.93%
-9.51
HSI
22180.30
2.12%
+461.24
N225
26871.27
1.43%
+379.30
NYSE
14811.55
2.84%
+409.43
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,800
Emas
873,287 / gram

Bankir Sambut Baik Kebijakan BI Tahan Suku Bunga di 3,5 Persen

BANKING
Anggie Ariesta
Kamis, 23 Juni 2022 17:15 WIB
Keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 22-23 Juni 2022 untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 3,5% mendapat sambutan baik.
Bankir Sambut Baik Kebijakan BI Tahan Suku Bunga di 3,5 Persen
Bankir Sambut Baik Kebijakan BI Tahan Suku Bunga di 3,5 Persen

IDXChannel - Keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 22-23 Juni 2022 untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 3,5% mendapat sambutan baik. Bankir memberikan reaksi terkait dengan kenaikan suku bunga ini.

Sekretaris Perusahaan Bank BRI, Aestika Oryza Gunarto mengatakan, pihaknya menyambut baik kebijakan bank sentral yang menahan suku bunga BI7DRRR di level 3,5%.

"Dengan kondisi pasar saat ini, likuiditas perbankan khususnya BRI saat ini yang berada dalam kondisi memadai (dimana LDR BRI pada akhir Kuartal I 2022 tercatat 87%), maka kedepan likuiditas BRI diproyeksikan dapat terus terjaga," ujar Aestika saat dihubungi MNC Portal, Kamis (23/6/2022).

Disamping itu, lanjut Aestika, kebijakan suku bunga saat ini diproyeksikan tidak akan berpengaruh besar terhadap pertumbuhan kredit, mengingat suku bunga kredit bukan satu-satunya variabel untuk meningkatkan pertumbuhan kredit nasional.

"Berdasarkan perhitungan model ekonometrika, variabel paling sensitif atau elastisitasnya paling tinggi terhadap pertumbuhan kredit adalah konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat," kata dia.

Dengan demikian, BRI tetap optimistis mampu menumbuhkan kredit di kisaran 9%-11% yoy hingga akhir tahun 2022.

Menurut Aestika, penopang utama kinerja BRI masih pada penyaluran kredit UMKM, khususnya kredit mikro. Selain itu, perseroan juga mampu untuk terus menekan biaya dana sehingga mampu menurunkan beban bunga.

(NDA) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD