Sementara dari sisi nilai tabungan (tier simpanan), pemilik rekening dengan saldo antara Rp100 juta hingga Rp500 juta menjadi kelompok yang paling mengenali peran LPS, dengan persentase mencapai 92,6 persen.
Secara geografis, tingkat pemahaman masyarakat mengenai penjaminan simpanan ini cukup beragam antarprovinsi. Provinsi Papua memimpin tingkat pengetahuan tertinggi sebesar 77,14 persen, disusul DKI Jakarta (76,39 persen), dan Kalimantan Timur (74,73 persen).
Sebaliknya, tingkat pengetahuan yang relatif rendah masih dijumpai di wilayah Papua Pegunungan, Gorontalo, dan Sulawesi Selatan. Sementara itu, untuk sektor penjaminan baru berupa polis asuransi non-BPJS, kesenjangan pemahaman masih sangat lebar.
Hanya 12,47 persen penduduk sasaran yang mengetahui bahwa polis asuransi mereka akan mulai dijamin oleh LPS pada 2028, yang berarti sekitar 87,53 persen sisanya sama sekali belum terpapar informasi tersebut.
Otoritas penjaminan menilai data-data sektoral ini menjadi indikator penting dalam menetapkan peta jalan edukasi keuangan nasional secara presisi. Pendekatan pengenalan lembaga kini tidak lagi bisa disamaratakan, melainkan harus menyasar kelompok masyarakat yang paling minim terpapar informasi.