sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Belum Optimal, Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di Surakarta Baru Jangkau 25 Ribu Debitur

Banking editor Anggie Ariesta
13/02/2026 03:00 WIB
Pemerintah terus mendorong perluasan pembiayaan Ultra Mikro (UMi), termasuk di Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Pemerintah terus mendorong perluasan pembiayaan Ultra Mikro (UMi), termasuk di Kota Surakarta, Jawa Tengah. (Foto: Ist)
Pemerintah terus mendorong perluasan pembiayaan Ultra Mikro (UMi), termasuk di Kota Surakarta, Jawa Tengah. (Foto: Ist)

IDXChannel - Pemerintah terus mendorong perluasan pembiayaan Ultra Mikro (UMi), termasuk di Kota Surakarta, Jawa Tengah. Pembiayaan yang disalurkan sejumlah Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) ini dinilai belum optimal.

Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menyoroti rendahnya jangkauan debitur UMi di Kota Surakarta yang baru mencapai 25 ribu. Dia menilai, pembiayaan terjangkau ini seharusnya dinikmati lebih banyak pengusaha mikro.

“Saya tadi waktu dengar angka 25 ribu penerima UMi atau debitur, saya rasa untuk kaliber kota Solo harusnya bisa lebih besar, terlalu kecil menurut saya 25 ribu itu untuk kaliber kota sebesar Surakarta,” ujar Suahasil di hadapan Wakil Walikota (Wawali) Solo, Astrid Widayani, dalam kunjungan kerja di Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (12/2/2026).

Pembiayaan UMi dirancang khusus bagi pelaku usaha yang memberikan kontribusi besar pada PDB namun belum memenuhi syarat perbankan (nonbankable).  

Suahasil mendorong agar Pemerintah Kota Solo berkoordinasi dengan LKBB, termasuk Pusat Investasi Pemerintah (PIP) yang berada di bawah Kementerian Keuangan. Menurut dia, pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk melakukan pemetaan pelaku usaha mikro di daerahnya.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement