IDXChannel - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) terus dioptimalkan untuk mendorong peningkatan kredit/pembiayaan perbankan ke sektor prioritas.
Pada minggu pertama Maret 2026, insentif KLM yang telah dikucurkan adalah sebesar Rp427,1 triliun dengan alokasi pada lending channel sebesar Rp357,6 triliun serta interest rate channel sebesar Rp69,5 triliun.
"Berdasarkan kelompok bank, KLM disalurkan masing-masing kepada bank BUMN sebesar Rp225,6 triliun, Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) sebesar Rp165,8 triliun, Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebesar Rp28,0 triliun, dan Kantor Cabang Bank Asing (KCBA) sebesar Rp7,7 triliun," ujar Perry saat konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Secara sektoral, KLM telah disalurkan kepada sektor-sektor prioritas, mencakup sektor Pertanian, Industri, dan Hilirisasi, sektor Jasa termasuk Ekonomi Kreatif, sektor Konstruksi, Real Estate, dan Perumahan, serta sektor UMKM, Koperasi, Inklusi, dan Berkelanjutan.
Implementasi penguatan KLM telah dilakukan sejak 16 Desember 2025 dan diarahkan untuk memberikan insentif yang lebih tinggi bagi bank yang mendorong penyaluran kredit atau pembiayaan perbankan kepada sektor tertentu yang ditetapkan Bank Indonesia (lending channel).
Insentif KLM juga diberikan kepada bank yang lebih responsif dalam menurunkan suku bunga kredit baru sejalan dengan arah penurunan suku bunga kebijakan Bank Indonesia (interest rate channel).
(NIA DEVIYANA)