Secara sektoral, pemanfaatan dana KLM mengalir deras ke berbagai industri penggerak, mulai dari sektor pertanian, industri manufaktur dan hilirisasi, sektor jasa termasuk ekonomi kreatif, konstruksi, real estat dan perumahan, hingga penguatan UMKM, koperasi, inklusi keuangan, serta pembiayaan hijau berkelanjutan.
Ke depan, BI berkomitmen untuk mengombinasikan implementasi Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM), KLM, dan RPLN agar momentum pemulihan ekonomi tidak kehilangan daya dorong.
Skema insentif KLM bahkan akan diperluas jangkauannya bagi bank yang proaktif meningkatkan pembiayaan nonkredit, pendanaan non-DPK, serta bagi bank yang menata suku bunga kreditnya selaras dengan arah kebijakan moneter bank sentral.
“Koordinasi dengan Pemerintah dan KSSK terus diperkuat untuk memperbaiki struktur suku bunga dan mendorong pertumbuhan kredit atau pembiayaan perbankan,” kata Perry.
(NIA DEVIYANA)