sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BNI Bawa Mitra Binaan Batik ke Puspa Nuswantara 2026

Banking editor Kurnia Nadya
10/07/2026 15:08 WIB
Langkah ini menjadi bagian dari dukungan BNI terhadap pelestarian batik, penguatan UMKM, serta pengembangan ekonomi kreatif nasional.
BNI Bawa Mitra Binaan Batik ke Puspa Nuswantara 2026. (Foto: BNI)
BNI Bawa Mitra Binaan Batik ke Puspa Nuswantara 2026. (Foto: BNI)

Dari tiga mitra binaan yang dihadirkan, dua di antaranya bergerak di sektor batik, yakni Kampoeng Laweyan dan Rumah BUMN Wonogiri. Kehadiran keduanya mencerminkan komitmen BNI dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus memperkuat daya saing UMKM batik Indonesia.

Okki menjelaskan, Batik Kampoeng Laweyan dipilih karena merupakan salah satu pelopor industri eco-batik. Pelaku usaha ini telah beralih menggunakan malam atau lilin berbahan dasar minyak sawit dalam proses produksinya.

Inovasi tersebut didukung oleh CECT Universitas Trisakti dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Penggunaan malam berbahan dasar minyak sawit menjadi alternatif bagi lilin kimia konvensional sehingga proses produksi batik dapat lebih aman, bersih, dan ramah lingkungan.

Selain Kampoeng Laweyan, BNI juga menghadirkan Batik Kalimasada dari Purwantoro, Wonogiri. Batik ini memiliki karakteristik khas berupa motif “remukan” atau retakan pada malam dengan warna dasar kuning kecokelatan atau sogan.

Untuk melengkapi ragam produk kriya Nusantara, BNI turut menghadirkan Borneo Queen, UMKM asal Palangkaraya yang memproduksi perhiasan berbasis batu khas Kalimantan dan pelat kuningan. Produk yang ditampilkan mencakup bros, kalung, cincin, dan aksesori lain dengan inspirasi bentuk flora serta fauna Kalimantan.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement