AALI
9650
ABBA
294
ABDA
6325
ABMM
1395
ACES
1350
ACST
188
ACST-R
0
ADES
3590
ADHI
820
ADMF
7575
ADMG
193
ADRO
2230
AGAR
362
AGII
1450
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
157
AHAP
69
AIMS
376
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
805
AKSI
690
ALDO
1365
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
236
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.88
-1.07%
-5.42
IHSG
6572.74
-1.09%
-72.31
LQ45
938.33
-1.02%
-9.69
HSI
24105.18
-0.47%
-112.85
N225
28271.31
-0.22%
-62.21
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,852 / gram

Bobol Rekening Bank Rp1,4 Miliar untuk Judi Online, Manajer Bank Dipenjara 5 Tahun

BANKING
Chusna/Kontributor
Kamis, 29 Juli 2021 23:48 WIB
I Gede Adnya Susila (25), manajer di salah satu bank divonis lima tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis (29/7/2021).
Bobol Rekening Bank Rp1,4 Miliar untuk Judi Online, Manajer Bank Dipenjara 5 Tahun (FOTO: MNC Media)
Bobol Rekening Bank Rp1,4 Miliar untuk Judi Online, Manajer Bank Dipenjara 5 Tahun (FOTO: MNC Media)

IDXChannel -  I Gede Adnya Susila (25), manajer di salah satu bank divonis lima tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis (29/7/2021). Dia dinyatakan bersalah membobol rekening nasabahnya sebesar Rp1,4 miliar. 

Vonis hakim lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa berupa hukuman tujuh tahun penjara. "Perbuatan terdakwa telah merusak citra lembaga perbankan dan merugikan nasabah," kata ketua majelis hakim I Putu Suyoga. 

Dalam putusannya, hakim menyatakan terdakwa melanggar pasal 32 ayat 2 junto pasal 48 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang. 

Hakim juga menjatuhkan denda sebesar Rp2 miliar dengan ketentuan jika tidak dibayar, maka hukuman terdakwa ditambah tiga bulan penjara. 

Aksi terdakwa dilakukan Juni 2020 silam dengan modus menawarkan aplikasi mobile banking kepada nasabahnya, I Made Darmawan. 

Terdakwa lalu membantu istri korban untuk menginstal aplikasi itu ke telepon genggam. Tanpa sepengetahuan istri korban, terdakwa saat itu juga menginstal aplikasi yang sama dan memasukkan data nasabah ke handphone miliknya. 

Setelah menerima kode melalui SMS dan email, terdakwa bukannya memasukkan ke handphone nasabah, melainkan ke handphone miliknya. 

Setelah menerima konfirmasi layanan mobile banking telah aktif dan membuat PIN, terdakwa mengembalikan handphone dan mengatakan kepada korban bahwa layanan mobile banking telah aktif. 

Hanya bermodal itu, terdakwa dengan leluasa menguras saldo rekening korban hingga mencapai Rp1,4 miliar. Sebagian besar yang itu digunakan judi online. 

Menanggapi vonis hakim, terdakwa melalui pengacaranya menyatakan menerima. Sikap serupa disampaikan jaksa.  (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD