AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Bobol Rekening Bank Rp1,4 Miliar untuk Judi Online, Manajer Bank Dipenjara 5 Tahun

BANKING
Chusna/Kontributor
Kamis, 29 Juli 2021 23:48 WIB
I Gede Adnya Susila (25), manajer di salah satu bank divonis lima tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis (29/7/2021).
Bobol Rekening Bank Rp1,4 Miliar untuk Judi Online, Manajer Bank Dipenjara 5 Tahun (FOTO: MNC Media)

IDXChannel -  I Gede Adnya Susila (25), manajer di salah satu bank divonis lima tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis (29/7/2021). Dia dinyatakan bersalah membobol rekening nasabahnya sebesar Rp1,4 miliar. 

Vonis hakim lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa berupa hukuman tujuh tahun penjara. "Perbuatan terdakwa telah merusak citra lembaga perbankan dan merugikan nasabah," kata ketua majelis hakim I Putu Suyoga. 

Dalam putusannya, hakim menyatakan terdakwa melanggar pasal 32 ayat 2 junto pasal 48 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang. 

Hakim juga menjatuhkan denda sebesar Rp2 miliar dengan ketentuan jika tidak dibayar, maka hukuman terdakwa ditambah tiga bulan penjara. 

Aksi terdakwa dilakukan Juni 2020 silam dengan modus menawarkan aplikasi mobile banking kepada nasabahnya, I Made Darmawan. 

Terdakwa lalu membantu istri korban untuk menginstal aplikasi itu ke telepon genggam. Tanpa sepengetahuan istri korban, terdakwa saat itu juga menginstal aplikasi yang sama dan memasukkan data nasabah ke handphone miliknya. 

Setelah menerima kode melalui SMS dan email, terdakwa bukannya memasukkan ke handphone nasabah, melainkan ke handphone miliknya. 

Setelah menerima konfirmasi layanan mobile banking telah aktif dan membuat PIN, terdakwa mengembalikan handphone dan mengatakan kepada korban bahwa layanan mobile banking telah aktif. 

Hanya bermodal itu, terdakwa dengan leluasa menguras saldo rekening korban hingga mencapai Rp1,4 miliar. Sebagian besar yang itu digunakan judi online. 

Menanggapi vonis hakim, terdakwa melalui pengacaranya menyatakan menerima. Sikap serupa disampaikan jaksa.  (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD