Upaya BRI Finance menjaga kualitas portofolio pembiayaan juga tercermin dari rasio non-performing financing (NPF) yang tetap terjaga di bawah ambang batas yang ditetapkan regulator.
Hingga Maret 2026, BRI Finance mencatat pertumbuhan pembiayaan sebesar 131,53 persen secara tahunan, mencerminkan momentum pemulihan. Hal ini juga menjadi indikasi awal dari membaiknya permintaan.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), piutang pembiayaan multifinance nasional mencapai Rp512,14 triliun per Februari 2026, atau tumbuh 1,01 persen secara tahunan. Angka ini meningkat dibandingkan Januari 2026 yang tercatat Rp508,27 triliun dengan pertumbuhan 0,78 persen, mengindikasikan adanya perbaikan secara bertahap di industri.
(Rahmat Fiansyah)