Untuk tahun 2026, pemerintah mematok kuota nasional FLPP sebanyak 350.000 unit. Dari jumlah tersebut, BTN mendapatkan mandat untuk menyalurkan 172.000 unit.
Guna menyerap alokasi kuota yang besar tersebut, BTN fokus pada penguatan ekosistem perumahan melalui kolaborasi dengan para pengembang di seluruh wilayah Indonesia serta pemanfaatan teknologi untuk mempercepat proses bisnis.
“BTN siap mengoptimalkan alokasi kuota yang diberikan dengan memperkuat kolaborasi bersama pemerintah, BP Tapera, serta mitra pengembang di berbagai wilayah. Transformasi digital dan optimalisasi jaringan distribusi akan terus kami dorong agar proses pembiayaan semakin cepat, transparan, dan tepat sasaran,” kata Nixon.
Capaian ini mempertegas peran BTN bukan sekadar institusi perbankan, melainkan mitra strategis utama pemerintah dalam menekan angka backlog perumahan dan menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
(Nur Ichsan Yuniarto)