AALI
12000
ABBA
184
ABDA
6250
ABMM
3050
ACES
980
ACST
157
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
685
ADMF
8075
ADMG
179
ADRO
3100
AGAR
330
AGII
1970
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
62
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1020
AKSI
350
ALDO
905
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
206
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20171.27
0.29%
+59.17
N225
26677.80
-0.26%
-70.34
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,471 / gram

Catat Rugi di Semester I-2021, Bank Neo (BBYB) Tetap Berambisi Jadi Bank Digital

BANKING
Yulistyo Pratomo
Senin, 30 Agustus 2021 11:16 WIB
Meski mencatat kerugian di Semester I-2021, PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) tetap mengungkap ambisinya menjadi salah satu bank digital di Indonesia.
Catat Rugi di Semester I-2021, Bank Neo (BBYB) Tetap Berambisi Jadi Bank Digital. (Foto: MNC Media)
Catat Rugi di Semester I-2021, Bank Neo (BBYB) Tetap Berambisi Jadi Bank Digital. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Meski mencatat kerugian di Semester I-2021, PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) tetap mengungkap ambisinya menjadi salah satu bank digital di Indonesia. Kerugian itu terjadi karena BBYB sebagian besar belanja modal digunakan untuk tranformasi digital.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang di keterbukaan informasi, Senin (30/8/2021), BBYB mencatatkan rugi Rp132,8 miliar di paruh pertama tahun ini. Sedangkan setahun lalu, perseroan membukukan laba sebesar Rp19,32 miliar.

"Seperti yang dipaparkan sebelumnya bahwa Bank Neo Commerce mengalami penurunan laba bersih di semester I tahun 2021 lebih karena disebabkan faktor investasi dalam teknologi dan keamanan digital," kata Direktur Utama Bank Neo Commerce, Tjandra Gunawan, dalam siaran pers yang diterima tim IDX Channel.

Dalam laporan keuangan semester I, BBYB tercatat telah menyalurkan kredit sebesar Rp3,8 triliun per posisi Juni 2021, atau meningkat lebih dari 30% dibandingkan Juni 2020 yang sebesar Rp2,9 triliun.

Peningkatan juga terjadi dengan naiknya pendapatan bunga bersih (Net Interest Income) sebesar Rp40 miliar, dari sebanyak Rp96 miliar di periode Juni 2020 menjadi Rp136 miliar di Juni 2021. Kenaikan serupa juga terjadi pada aset sebesar 75%, dari Rp4 triliun di Juni 2020 menjadi Rp7 triliun di Juni 2021.

Kenaikan tersebut dimotori oleh kenaikan signifikan di sisi perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK). Di mana pada Juni 2021 tercatat sebesar Rp5,1 triliun, meningkat sedikitnya 70% dibandingkan perolehan di Juni 2020 yang sebesar Rp3 triliun.

Untuk mewujudkan komitmennya sebagai bank digital nasional, BBYB memasukkan pendapatan tersebut ke dalam besaran angka investasi dan pos-pos biaya tertentu, sehingga beban perseroan juga mengalami meningkat. Investasi ini berupa teknologi dan keamanan digital, pengembangan sumber daya manusia dan juga biaya promosi serta akuisisi nasabah baru (user acquistion cost) menjadi sesuatu yang tak terelakkan.

"Sejalan dengan new digital user growth, maka tentunya akan ada pos-pos biaya yang meningkat secara linear dengan pertumbuhan digital user kami tersebut. Kami menilai hal ini masih sesuatu yang wajar, seluruh pengeluaran dari perusahaan selalu berdasarkan penilaian dan peninjauan yang cermat serta proyeksi jangka panjang yang matang, sehingga kami bisa membuat BBYB menjadi bank digital yang didukung dengan teknologi dan keamanan yang mumpuni,” jelas Tjandra.

Besaran beban operasional BBYB pada paruh pertama tahun 2021 ini meningkat sangat signifikan, yaitu dari Rp76 miliar per Juni 2020 menjadi Rp268 miliar per Juni 2021. Hal tersebut menyebabkan perseroan mengalami rugi sebelum pajak sebesar Rp132 miliar di paruh pertama 2021.

Meski demikian, berdasarkan rasio keuangan per Juni tahun ini, kredit bermasalah terhadap total kredit (Non Performing Loan) mengalami kenaikan menjadi 3,42% dari posisi Juni 2020 yang sebesar 2,75%. Rasio pinjaman terhadap simpanan (Loan to Deposit Ratio/LDR) mencapai 74,46% turun dari posisi 97,94% pada Juni 2020 lalu.

"Di semester I, salah satu fokus kami adalah merekrut talenta-talenta yang sesuai dengan kebutuhan Perseroan. Kami mengubah mindset kami yang sebelumnya bank konvensional selama puluhan tahun, menjadi bank digital yang luwes, adaptif, dan inovatif, dan hal tersebut harus tercermin melalui sumber daya manusia yang kami miliki,” jelas Tjandra. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD