AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Sambut Regulasi Bank Digital dari OJK, Bank Neo (BBYB) Optimis Capai Kinerja Semester II-2021

BANKING
Kunthi Fahmar Sandy
Senin, 23 Agustus 2021 08:48 WIB
Bank Neo Commerce/BNC, (BBYB) menaruh optimisme yang tinggi terhadap industri perbankan Indonesia
Sambut Regulasi Bank Digital dari OJK, Bank Neo (BBYB) Optimis Capai Kinerja Semester II-2021 (FOTO:MNC Media)
Sambut Regulasi Bank Digital dari OJK, Bank Neo (BBYB) Optimis Capai Kinerja Semester II-2021 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Memasuki semester kedua tahun 2021, Bank Neo Commerce/BNC, (BBYB) menaruh optimisme yang tinggi terhadap industri perbankan Indonesia. 

Bank Neo Commerce juga terus memperkuat ekosistem digitalnya, menambah produk dan layanan, kemitraan, sampai sistem keamanan dalam melayani kebutuhan perbankan digital masyarakat Indonesia. 

Manajemen BNC menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang telah merilis dua regulasi baru terkait bank digital, yakni POJK No 12/POJK.03/2021 tentang Bank Umum yang mempertegas definisi suatu bank digital, pendirian, dan teknis

operasionalnya, serta POJK No 13/POJK.03/2021 tentang Penyelenggaraan Produk Bank

Umum yang mempermudah bank digital menciptakan produk atau layanan inovatif bagi masyarakat melalui penyederhanaan perizinan dan regulasi. 

“Kami sangat berterima kasih kepada OJK atas peluncuran POJK yang memperjelas keberadaan bank digital di Indonesia sehingga kami bisa melayani masyarakat Indonesia dengan lebih baik lagi. Ini adalah sebuah sinyal positif dari regulator yang mendukung terciptanya ekosistem perbankan digital yang sehat, aman, dan inovatif serta mendukung penetrasi inklusi keuangan tingkat nasional. Dengan kedua butir regulasi ini, Bank Neo Commerce semakin terpacu untuk terus berinovasi dan memberikan layanan dan produk perbankan digital yang end-to-end dengan dukungan penuh dari regulator," ujar Direktur Utama Bank Neo Commerce, Tjandra Gunawan, Senin (23/8/2021). 

Pertumbuhan Bank Neo Commerce juga semakin jelas terlihat dari antusiasme masyarakat selama satu bulan terakhir. Ditandai dengan peningkatan saham BBYB sebesar 124,17% hal ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Bank Neo Commerce. 

Dalam kurun waktu tersebut, juga terjadi pergerakan kepemilikan saham yang dinamis, dimulai dengan dikeluarkannya izin dari regulator sehingga PT Akulaku Silvrr Indonesia akan menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan saham saat ini sebesar 24,98%, kepemilikan PT Gozco Capital sebesar 17,88%, dan kepemilikan PT Asabri yang semakin tergerus menjadi 0,53% per penutupan perdagangan di hari Kamis (19/8) lalu. 

Kehadiran Akulaku sebagai pemegang saham utama BBYB memperkuat komitmen Bank Neo Commerce dalam memanfaatkan teknologi dan pengalaman Akulaku sebagai salah satu perusahaan fintech terkemuka di Asia Tenggara yang menyediakan berbagai layanan keuangan

digital kepada masyarakat. Sementara itu, sebaliknya Asabri yang sebelumnya menjadi salah satu pemegang saham utama BYBB terus mengurangi kepemilikannya secara signifikan – dari

18,62% hingga menjadi 0,53% saja selama tahun 2021 ini. 

Menanggapi hal tersebut, Tjandra menambahkan, perubahan tersebut wajar terjadi di industri perbankan. 

"Bagi kami, Asabri telah turut mengawal langkah demi langkah yang ditempuh Bank

Yudha Bhakti dalam melayani masyarakat Indonesia sejak kurang lebih 30 tahun terakhir. Seiring dengan transformasi Bank Yudha Bhakti menjadi sebuah bank digital bernama Bank Neo Commerce, babakan baru telah dimulai yaitu dengan adanya persetujuan dari regulator yang mengukuhkan Akulaku sebagai pemegang saham pengendali dan yang selama ini telah menjadi ekosistem digital utama Bank Neo Commerce. Kami optimis, sinergi ini akan semakin mempercepat akselerasi Bank Neo Commerce menjadi bank digital yang disegani," beber dia. 

Tjandra juga menyatakan Bank Neo Commerce optimis dalam memenuhi syarat OJK tentang kepemilikan modal inti bank digital senilai Rp 3 triliun di akhir tahun 2022. 

“Kepercayaan para pemegang saham dan Neo Customers kepada Bank Neo Commerce menambah kepercayaan diri kami dalam meraih target kepemilikan modal ini. Kami berupaya untuk dapat memenuhi persyaratan modal inti lebih cepat dari yang disyaratkan OJK, ” tutupnya.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD