"Kami mencoba meningkatkan pendapatan dari fee based income. Bisnis forex tumbuh sekitar 35 persen, bancassurance juga sekitar 30 persen. Produk investasi seperti reksa dana dan obligasi juga masih mencatat pertumbuhan meski kondisi pasar berfluktuasi," kata Ivan.
Selain itu, Danamon juga mencatat pertumbuhan transaksi valuta asing sekitar 25-30 persen secara tahunan. Sementara dana tabungan valas meningkat sekitar 50 persen hingga mencapai kisaran Rp8,5 triliun-Rp9 triliun.
Ivan menegaskan, penyesuaian RBB tidak mengubah fokus utama perseroan untuk memperkuat transaksi nasabah dan memperluas sumber pendapatan nonbunga. Strategi tersebut diharapkan dapat menopang pencapaian target bisnis Danamon di tengah ketidakpastian ekonomi global.
(Shifa Nurhaliza Putri)