Adapun metode hidroponik merupakan budidaya menanam dengan menggunakan air tanpa tanah serta memperhatikan unsur hara. Sementara itu, metode wall gardening merupakan metode vertikultur, namun menggunakan dinding sebagai media tanam.
Ketiga model urban farming tersebut dapat menjadi wadah bagi tanaman hortikultura yang bernilai ekonomi seperti sayur-sayuran, buah-buahan, bunga, serta tanaman obat keluarga.
Tidak hanya itu, BRI Peduli juga melakukan pembinaan bagi anggota kelompok berupa pelatihan pengelolaan urban farming dengan menggandeng tenaga ahli/instansi terkait serta melakukan monitoring kegiatan dan pengembangan hasil sehingga mampu menambah nilai ekonomi.
"BRInita merupakan sebuah inisiatif yang berfokus pada pengelolaan kebun di perkotaan yang bertujuan mendorong peran aktif masyarakat, khususnya perempuan, dalam penguatan ketahanan pangan keluarga dan komunitas melalui pendampingan pemanfaatan lahan terbatas, pengembangan budidaya pangan produktif, serta pengelolaan hasil panen bernilai tambah," kata Dhanny, Selasa (28/4/2026).
Dia menambahkan, program ini merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian BRI yang tidak hanya mendorong perempuan untuk lebih aktif, produktif, dan inovatif melalui kegiatan urban farming, tetapi juga mendukung kelestarian dan keseimbangan ekosistem lingkungan, khususnya lingkungan yang padat penduduk.
Tak hanya itu, lanjut Dhanny, program ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan) dan Tujuan 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), serta mendukung Asta Cita Pemerintah dalam memperkuat pembangunan manusia dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.