Dia juga berharap dengan pendampingan Bakti BCA, komunitas penenun di Sumba bisa menarik perhatian dunia terhadap adanya warisan budaya leluhur yang sampai kini terus terjaga.
"Saya sudah merasakan manfaatnya. Sebagai istri, penghasilan dari menenun bisa membantu suami saya, termasuk dalam membiayai sekolah anak. Warisan budaya ini tentunya harus terus dilanjutkan oleh generasi berikutnya,” kata Diana.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F Haryn mengatakan, Bakti BCA tidak hanya berupaya memberikan dampak untuk individu dan komunitas. Lebih dari itu, Bakti BCA berupaya mempermudah akses produk-produk yang dihasilkan komunitas agar semakin dikenal banyak orang, dan meluas pasarnya.
Menurut Hera, para penenun Sumba sebagai tangan yang menjaga warisan budaya Indonesia harus mendapatkan dukungan. Melalui program pembinaan dari Bakti BCA, perusahaan ingin memastikan keahlian penenun tidak hanya terjaga dan berkesinambungan, tetapi juga mampu bersaing di pasar modern.
"Inisiatif ini diharapkan memperkuat posisi tenun Sumba sebagai simbol budaya yang lestari sekaligus membuka peluang ekonomi lebih luas bagi para perajin lokal,” kata Hera.
(Nur Ichsan Yuniarto)