Menurutnya, inti dari program baru yang akan digodok ini adalah sinergi antara diskon bunga dari perbankan dan diskon harga unit dari pengembang. Nixon menekankan, untuk merangsang pasar di segmen menengah bawah, beban biaya yang ditanggung konsumen harus dipangkas secara signifikan dari dua arah.
“Ini kan it's a new creating demand yang bisa jalan bareng ama developer. Tapi developer-nya juga kita minta, lu juga bikin diskon dong, jangan cuma bank. Jadi kalau pricing lu Rp1 miliar, diskon 10 persen lah. Di other side gue juga bisa kasih diskon bunga. Jadi ketemu tuh creating new demand,” kata Nixon.
Selain suku bunga promo, seperti skema 2,65 persen untuk tiga tahun atau opsi tenor hingga lima tahun, BTN juga tengah mengkaji langkah berani dengan mengintervensi komponen biaya administrasi dan asuransi yang selama ini cukup membebani nasabah di awal akad.