IDXChannel - Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun depan difokuskan pada segmen ketahanan pangan yang mencakup sektor pertanian dan peternakan. Rencana penyaluran KUR di segmen ini ditargetkan bisa mencapai hingga Rp300 triliun.
“Kami juga sedang mereview target penyaluran KUR tahun 2025 untuk sektor pertanian dan ketahanan pangan, yaitu kalau kita lihat targetnya untuk 2025 ini kurang lebih Rp200-Rp300 triliun,” ujar Menteri BUMN, Erick Thohir saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR di Jakarta, Senin (4/11/2024).
Erick menambahkan, penyaluran KUR selama ini didominasi oleh bank-bank BUMN yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Dia mengungkapkan, porsi penyaluran KUR oleh bank-bank Himbara mencapai 92 persen atau hampir menyentuh Rp1.000 triliun.
Sedangkan 8 persen sisanya disalurkan oleh bank swasta dan lembaga keuangan lainnya. Oleh karena itu, Erick memastikan, bank BUMN akan kembali mendukung penyaluran KUR di 2025.
“Kita bisa lihat bagaimana 92 persen pemberian kredit usaha rakyat diberikan oleh bank-bank BUMN yang nilainya hampir 1.000 triliun lebih, sedangkan 8 persen sisanya oleh bank swasta dan lainnya,” tuturnya.
Mantan Presiden Inter Milan itu mengatakan, bank-bank BUMN juga akan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan jaminan kredit agar menjaga kualitas aset tetap baik. Dia berharap, penyaluran kredit di sektor pertanian dan peternakan ini bisa mendukung target swasembada pangan.
“Ini juga kita review sejalan dengan tentu bagaimana pertanian ini menjadi sebuah strategi besar untuk mendukung swasembada pangan, ini tentu sedang kita review juga hasil diskusi yang hari minggu kemarin,” ucap Erick.