Berdasarkan survei terhadap 141 perusahaan anggota AFTECH, lompatan kinerja bisnis tersebut berjalan seiring dengan tingginya adopsi teknologi mutakhir, di mana 84 persen pelaku industri telah mengintegrasikan kecerdasan buatan dalam operasional harian, mulai dari analisis mitigasi risiko, deteksi penipuan, hingga otomasi layanan nasabah.
Di sisi lain, 86 persen anggota mengapresiasi kerangka regulasi di Indonesia yang dinilai telah adaptif dan ramah terhadap iklim inovasi, termasuk dalam membuka akses investasi dua arah antara pemodal domestik dan pasar global.
Pemanfaatan inovasi teknologi kini diarahkan sebagai pilar utama dalam meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas pemerataan layanan keuangan bagi masyarakat luas.
Asosiasi memandang arah masa depan industri fintech tidak lagi sebatas memproduksi instrumen digital baru, melainkan menghadirkan dampak nyata bagi inklusi keuangan nasional.