AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
0.00
-100%
-17099.21
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
814,092 / gram

Hadapi 2021, BNI Targetkan Pertumbuhan Kredit di Kisaran 6-7 Persen

BANKING
Aditya Pratama/iNews
Senin, 29 Maret 2021 22:32 WIB
Menghadapi tahun 2021, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menargetkan pertumbuhan kredit di kisaran 6-7 persen.
Hadapi 2021, BNI Targetkan Pertumbuhan Kredit di Kisaran 6-7 Persen. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menghadapi tahun 2021, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menargetkan pertumbuhan kredit di kisaran 6-7 persen. Hal ini disebabkan karena adanya optimisme perbaikan ekonomi walaupun pertumbuhan ekonomi masih minus.

Direktur Utama Bank BNI, Royke Tumilaar, mengatakan, pertumbuhan kredit BNI tumbuh di atas rata-rata industri, karena meskipun industri itu tidak tumbuh, tapi kredit BNI tumbuh sekitar 5 persen tahun lalu.

"Nah, kita proyeksikan tahun ini kita akan tumbuh kurang lebih di kisaran 6 sampai 7 persen range pertumbuhan kredit," ujar Royke dalam video conference, Senin (29/3/2021).

Royke optimis kuartal II-2021 dan seterusnya akan ada perbaikan perekonomian seiring dengan proses vaksinasi Covid-19 yang terus berjalan dan akan menumbuhkan confidence dari masyarakat dan juga ekonomi akan mulai bergulir mulai kembali.

Selain itu, dia menyebut berbagai upaya pemerintah sangat optimal dalam pemulihan ekonomi nasional, terutama melalui beberapa kebijakan yang cukup bagus dan dinilai akan turut membantu memulihkan perekonomian nasional.

"Karena juga memang terasa bahwa pemerintah itu all out untuk pemulihan ekonomi ini dengan beberapa kebijakan-kebijakan yang cukup bagus banyak terkait dengan kebijakan pemberian PPnBM yang 0 persen, kemudian untuk LTV di properti dan banyak lagi pemerintah dalam hal ini termasuk regulator membuka diri untuk mendapat masukan dari industri," kata dia.

Dengan adanya tanda perbaikan ekonomi, Bank BNI akan memanfaatkan hal tersebut sehingga pada tahun ini bisa tumbuh lebih baik daripada tahun sebelumnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD