Menurutnya, portofolio bisnis yang terdiversifikasi menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas kinerja.
“Hasil jasa asuransi yang tetap positif dan tumbuh meski moderat menunjukkan kualitas underwriting yang baik apalagi portofolio bisnisnya terkenal dengan risiko yang kompleks dan di tengah kondisi makro yang menantang,” kata Cliff dalam risetnya Senin (11/5/2026).
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa kondisi tahun 2026 masih akan diwarnai tantangan eksternal, termasuk konflik geopolitik di Timur Tengah serta harga minyak yang tetap tinggi.
Faktor-faktor ini berpotensi meningkatkan eksposur risiko, terutama bagi perusahaan asuransi yang memiliki portofolio di sektor energi dan marine.
Dalam konteks tersebut, Cliff menekankan pentingnya kekuatan permodalan dan strategi mitigasi risiko.