AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Jadi Bank Digital, BRI Agro Fokus Sasar Pekerja Informal

BANKING
Aditya Pratama/iNews
Senin, 27 September 2021 20:18 WIB
PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) baru saja menyetujui perubahan nama Perseroan menjadi “PT Bank Raya Indonesia Tbk”.
Jadi Bank Digital, BRI Agro Fokus Sasar Pekerja Informal (FOTO: MNC Media)
Jadi Bank Digital, BRI Agro Fokus Sasar Pekerja Informal (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) baru saja menyetujui perubahan nama Perseroan menjadi “PT Bank Raya Indonesia Tbk”. Selain mengubah nama, Perseroan juga akan menjalankan proses transformasi bisnis model baru dan fokus menyasar sektor Gig Economy.

"Kita sangat komitmen untuk mentransformasikan bank ini dari sebelumnya mayoritas fokus kepada corporate landing dan sekarang jadi bank digital. Oleh sebab itu, sejak awal tahun ini kami sudah melakukan penyetopan untuk melayani di segmen menengah kita sehingga rekening korporasi di atas Rp1 miliar sudah tidak ada lagi sejak awal tahun," ujar Direktur Utama BRI Agroniaga, Kaspar Situmorang dalam Public Expose secara virtual, Senin (27/9/2021).

Kaspar menambahkan, arah tranformasi Perseroan nantinya akan menyasar segmentasi pasar yang baru yaitu untuk memberikan layanan terhadap sektor Gig Economy (sektor pekerja informal).  

Perseroan juga masih akan melayani dari sisi agriculture namun porsinya akan semakin diperkecil dan semakin memfokuskan diri kepada kredit-kredit yang berfokus kepada agent banking dan merchant-merchant seputar food and beverage, serta e-commerce. 

"Dari sini lah kita masuk kepada pembiayaan-pembayaran berbasis rantai pasok dan juga dari sisi low cost of fund kita bisa mendapatkan dari agent banking dan penetrasi-penetrasinya kita masuk ke merchant-merchant dan bekerjasama dengan berbagai macam platform fintech melalui kolaborasi di Open API," kata dia.

Kaspar menyebut, sinergi utama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI sebagai induk usaha bagaimana terus menciptakan point of access yang semakin besar dari hari ke hari. 

"Tentunya ini sangat berimplikasi terhadap customer accusition cost yang tidak boleh lebih daripada customer livetime value nya sehingga memberikan profitabilitas yang baik dan kualitas aset yang lebih baik daripada bank digital yang lain," ucapnya.

"Itu yang kita dapatkan akibat kita menjadi keluarga besar BRI group sehingga kami mampu me-reach out ke seluruh customer di pelosok Indonesia dengan berbasis online to offline," sambungnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD