“Bank yang mampu mengoptimalkan CASA dan menjaga kualitas aset biasanya lebih resilient dalam menjaga NIM di tengah volatilitas suku bunga,” kata dia.
Sejalan dengan kondisi tersebut, PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) atau BWS mengoptimalkan strategi pengelolaan biaya dana dan penyaluran kredit guna menjaga margin tetap solid.
Perseroan menitikberatkan pada penguatan struktur pendanaan yang lebih efisien, antara lain melalui peningkatan porsi dana murah serta pengendalian biaya bunga secara disiplin.
Dari sisi aset, Bank Woori Saudara mengedepankan penyaluran kredit yang selektif dan berkualitas, sehingga imbal hasil dapat tetap optimal dengan risiko yang terjaga. Strategi ini menjadi fondasi dalam menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dengan profitabilitas.
Mengacu laporan bulanan, BWS, anak usaha Woori Bank asal Korea, telah menyalurkan kredit sebesar Rp42,38 triliun per Januari 2026. Sementara itu, liabilitas perseroan tercatat Rp47 triliun, dengan dominasi dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp35,47 triliun.