Pertumbuhan kredit tersebut ditopang oleh peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp2.105,8 triliun, tumbuh 23,9 persen YoY. Struktur pendanaan juga terjaga baik dengan dana murah (CASA) tumbuh 12,6 persen YoY menjadi Rp1.431,4 triliun sehingga likuiditas Bank Mandiri tetap memadai dalam mendukung ekspansi bisnis secara berkelanjutan.
“Pertumbuhan ini sejalan dengan penguatan ekosistem layanan keuangan Bank Mandiri yang semakin terintegrasi, didukung sinergi yang terintegrasi antar kanal digital dan transaksi nasabah yang mampu mengakselerasi penghimpunan dana murah sebagai basis pendanaan yang unggul dan berkelanjutan,” kata Riduan.
Kualitas aset Bank Mandiri tetap terjaga sepanjang 2025 seiring penerapan manajemen risiko yang disiplin dan selektif pada seluruh segmen pembiayaan. Kondisi ini tercermin pada rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross sebesar 0,96 persen di akhir 2025, yang berada di bawah rata-rata industri dan konsisten menunjukkan tren perbaikan secara gradual.
Sepanjang 2025, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp41 triliun kepada 360 ribu pelaku UMKM di berbagai sektor produktif. Penyaluran ini tetap dijalankan secara terukur dengan kualitas aset yang terjaga, sejalan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).
(kunthi fahmar sandy)