AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

LPS Sebut Manajemen Risiko Penting dalam Transformasi Digital Industri Keuangan

BANKING
Kunthi Fahmar Sandy
Kamis, 11 November 2021 06:11 WIB
Transformasi digital adalah sebuah keniscayaan dan tidak dapat dihindari, terlebih dengan semakin pesatnya perkembangan internet dan infrastruktur digital
LPS Sebut Manajemen Risiko Penting dalam Transformasi Digital Industri Keuangan (FOTO:MNC Media)
LPS Sebut Manajemen Risiko Penting dalam Transformasi Digital Industri Keuangan (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Kemajuan perbankan digital dan masa depan sistem asuransi simpanan ditentukan oleh manajemen risiko yang optimal (baik oleh perbankan konvensional dan perbankan digital), serta sinergitas otoritas keuangan, yang di Indonesia terdiri dari Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). 

“Di Indonesia, kita telah melihat semakin banyak bank yang  meningkatkan layanan digital bagi pelanggan mereka. Beberapa bank telah mengubah atau memfokuskan kembali bisnis atau segmen bisnis mereka ke digital, jenis risiko tertentu dapat menjadi lebih menonjol di perbankan digital, seperti risiko kepatuhan digital dan keamanan siber, serta jenis risiko operasional lainnya yang terkait dengan teknologi digital,” ujar Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa Rabu (10/11/2021). 

Menurutnya, transformasi digital adalah sebuah keniscayaan dan tidak dapat dihindari, terlebih dengan semakin pesatnya perkembangan internet dan infrastruktur digital di seluruh dunia. 

“Oleh karenanya kita perlu mempersiapkan diri dengan baik," ucap dia. Senior Economist, Innovation and Digital Economy Unit dari Bank for International Settlement (BIS), Jon Frost menambahkan, untuk menangkap peluang dan mengurangi risiko dari transformasi digital perbankan, maka setiap otoritas keuangan di tiap negara harus mempunyai diantaranya tiga pendekatan. 

Yaitu, pertama, menerapkan kompetisi regulasi keuangan dan aturan perlindungan data. Kedua, mengadaptasi aturan lama dan mengadopsi aturan baru di area ini dan ketiga, menyediakan infrastruktur publik untuk id digital, pembayaran cepat, dan lainnya. 

“Untuk ketiga pendekatan ini penting bagi bank sentral dan regulator dalam mandat hukum mereka, untuk bekerja erat dengan otoritas perlindungan data dan turut membangun mekanisme yang ada. Ada juga kebutuhan untuk koordinasi internasional antar bank sentral dan otoritas perlindungan data untuk mempromosikan konsistensi peraturan,” jelasnya.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD