IDXChannel – Bagi sebagian ibu prasejahtera, mengakses layanan keuangan kerap terasa menakutkan. Tak jarang muncul rasa sungkan, khawatir tidak dipahami atau sistem pinjaman yang mengharuskan adanya jaminan. Namun, pengalaman itu berubah ketika mereka berjumpa dengan Account Officer (AO) PNM.
Pertemuan pertama sering kali berlangsung sederhana, di teras rumah, di balai warga, atau pun di area perkampungan yang hangat dan penuh kekeluargaan. AO PNM datang dengan bahasa yang sederhana dan kesediaan untuk mendengar kebutuhan mereka. Menadapatkan pembiayaan tanpa agunan dan didampingi untuk tumbuh naik kelas.
Pelayanan yang diberikan tidak berhenti pada penyaluran pembiayaan. Tak jarang AO PNM mengenal nama anak-anak nasabah, memahami ritme usaha harian mereka, hingga mengerti kapan harus memberi dorongan dan kapan cukup menjadi pendengar. Relasi yang terbangun perlahan menghadirkan rasa aman bahwa ada yang mendampingi perjalanan mereka, apa pun kondisinya.
Setiap kunjungan rutin, setiap percakapan ringan, dan setiap solusi yang disampaikan dengan bahasa sederhana menjadi pengalaman yang membangun kepercayaan nasabah. Mereka tidak merasa dilayani dari jarak jauh, tetapi ditemani dari dekat.
Sekretaris Perusahaan PNM L Dodot Patria Ary menegaskan, pendekatan ini merupakan bagian dari komitmen PNM dalam menghadirkan layanan keuangan yang inklusif.