"Di sektor PVML, piutang pembiayaan dari perusahaan pembiayaan tumbuh sebesar 1,88 persen year-on-year. Pada Juni 2026 menjadi Rp511,26 triliun. Hal ini didukung peningkatan pembiayaan modal kerja sebesar 6,36 persen year-on-year," ujar Agusman.
Profil risiko industri multifinance dipastikan tetap sehat dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross sebesar 3,01 persen dan NPF net sebesar 0,81 persen. Ketahanan industri juga tecermin dari gearing ratio yang berada di level 2,14 kali, jauh di bawah batas maksimum regulasi sebesar 10 kali.
Di sisi lain, bisnis penyaluran pembiayaan oleh industri pergadaian melonjak tinggi sebesar 54,47 persen (yoy) mencapai Rp162,26 triliun. Penyaluran ini didominasi oleh produk gadai yang menyumbang Rp136,28 triliun atau 84,36 persen dari total portofolio pergadaian.
Sementara itu, pembiayaan modal ventura mencatatkan penurunan tipis atau terkontraksi 0,48 persen (yoy) dengan total nilai pembiayaan sebesar Rp16,28 triliun.
OJK terus memantau pemenuhan kewajiban permodalan minimum di sektor PVML. Saat ini, tercatat ada 8 dari 144 perusahaan pembiayaan yang belum memenuhi ketentuan modal inti minimum sebesar Rp100 miliar. Di sektor pindar, terdapat 7 dari 94 penyelenggara yang belum memenuhi modal/ekuitas minimum Rp12,5 miliar.