IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong bank untuk mengintegrasikan faktor risiko iklim dalam kerangka manajemen risiko dan strategi portofolio, antara lain melalui implementasi Climate Risk Management & Scenario Analysis (CRMS).
Dalam panduan CRMS tersebut, portofolio tinggi karbon memiliki bobot risiko yang lebih tinggi, sehingga menjadi pertimbangan bank untuk mengurangi porsi pembiayaan pada sektor karbon tinggi.
"Selain itu, ke depannya, OJK berencana mengembangkan panduan transition finance yang terutama ditujukan bagi sektor-sektor yang sulit untuk didekarbonisasi (hard-to-abate)," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam jawaban tertulis Jumat (20/3/2026).
Dibandingkan dengan mewajibkan penghentian pembiayaan secara langsung, panduan ini akan mendorong perbankan untuk tetap menyalurkan kredit kepada pelaku usaha di sektor tinggi karbon, dengan syarat pembiayaan tersebut disertai dengan rencana dekarbonisasi yang kredibel, dapat dipertanggungjawabkan, dan memiliki target waktu yang jelas.
Melalui pendekatan ini, diharapkan pelaku usaha di sektor tinggi karbon akan terdorong untuk melakukan pengurangan emisi secara nyata, tanpa menimbulkan guncangan yang berarti bagi perekonomian secara luas.