Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menjelaskan bahwa penambahan dana ini bertujuan untuk mengatasi kondisi likuiditas perbankan yang mulai mengetat akibat kenaikan yield obligasi pemerintah. Pembelian SBN oleh bank diharapkan mampu menstabilkan pasar surat utang.
“Pasti bank kan nyariin yang paling gampang. BI atau beli bond, dia bisa beli bond loh. Kalau beli bond akan neken yield ke bawah lagi. Kira-kira itu. Tapi tentunya Rp100 triliun nggak seberapa ya. Paling nggak membuat yield naik gila-gilaan atau bunga naik kenceng ke atas,” ujar Purbaya.
Mengenai rincian pembagiannya, Purbaya menyebutkan bahwa penempatannya bersifat fleksibel, salah satunya mencakup Bank Jakarta.
“Ini agak beda. Penempatannya fleksibel. Itu saya lupa bagiannya, tapi Bank DKI (Bank Jakarta) aja dapat Rp2 triliun kalau nggak salah,” tuturnya.
(kunthi fahmar sandy)