“Perekonomian Indonesia terpantau solid dengan ekonomi di kuartal tiga tumbuh 5,04 persen dan indeks PMI manufaktur tetap berada di zona ekspansi,” katanya.
Dia juga menyoroti tren global yang menunjukkan perubahan kebijakan moneter ke arah yang lebih longgar. Menurutnya, lembaga sekelas IMF pada laporan ekonomi Oktober 2025 merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan global.
“Ini berlangsung seiring dengan tercapainya kesepakatan perdagangan dan kebijakan moneter global yang lebih akomodatif,” tuturnya
Di sisi lain, Mahendra menyampaikan bahwa OJK terus memperkuat koordinasi lintas lembaga untuk menjaga kestabilan sistem keuangan nasional. “OJK terus memperkuat koordinasi dan sinergi antar lembaga di KSSK serta melakukan fungsi pengawasan untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan,” ujarnya.
OJK berkomitmen mendukung optimalisasi peran sektor jasa keuangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.