AALI
9800
ABBA
292
ABDA
6750
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3650
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1475
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
148
AHAP
70
AIMS
404
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1380
ALKA
358
ALMI
290
ALTO
222
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
0.00
-100%
-17259.00
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,319
Emas
838,644 / gram

Penyaluran Kredit Bank Sampoerna Capai Rp8,5 Triliun hingga Semester I-2021

BANKING
Kunthi Fahmar Sandy
Kamis, 19 Agustus 2021 12:56 WIB
Hingga akhir semester pertama tahun 2021, membukukan pertumbuhan aset sebesar 8,5% menjadi sebesar Rp13,5 triliun dari Rp12,4 triliun.
Penyaluran Kredit Bank Sampoerna Capai Rp8,5 Triliun hingga Semester I-2021 (FOTO:MNC Media)
Penyaluran Kredit Bank Sampoerna Capai Rp8,5 Triliun hingga Semester I-2021 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel – PT Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) hingga akhir semester pertama tahun 2021, membukukan pertumbuhan aset sebesar 8,5% menjadi sebesar Rp13,5 triliun dari Rp12,4 triliun. 

Sejalan dengan itu, penyaluran kredit Bank Sampoerna juga berjalan cukup baik. Hingga akhir semester pertama tahun 2021, total penyaluran kredit Bank Sampoerna berjumlah 8,5 triliun atau meningkat 3,4% dibandingkan dengan kondisi per akhir tahun 2020. 

Sementara itu, hingga akhir Mei 2021, keseluruhan industri perbankan sendiri hanya membukukan peningkatan total kredit sebesar 0,6% dibandingkan dengan kondisi per akhir tahun 2020. Termasuk dalam pinjaman yang diberikan Bank Sampoerna per akhir Juni 2021 adalah penyaluran ke segmen UMKM yang sebesar Rp3,5 triliun. 

Didukung peningkatan pendapatan bunga maupun pendapatan non-bunga, Bank Sampoerna juga membukukan kenaikan pendapatan usaha sebesar 8,6% (yoy) menjadi Rp349,9 miliar untuk enam bulan pertama tahun 2021 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp322,2 miliar. 

Pada periode ini, pendapatan bunga bersih meningkat sebesar 5,3% (yoy) menjadi Rp328,7 miliar dan pendapatan non-bunga meningkat sebesar 111,7% (yoy) menjadi Rp21,2 miliar.

Tantangan akibat pandemi Covid-19 masih berlanjut, untuk itu Bank meningkatkan dana pencadangan. 

Per akhir semester pertama tahun 2021, rasio pencadangan (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai/CKPN) terhadap Kredit Bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) tercatat sebesar 153,2%, meningkat signifikan dari kondisi satu tahun sebelumnya sebesar 99,6%. Dengan semua itu, Bank Sampoerna membukukan laba bersih sebesar Rp18,5 miliar untuk keseluruhan semester pertama tahun 2021. 

Lebih jauh, kualitas kredit tetap terkendali dengan rasio kredit bermasalah bruto (NPL gross) pada tingkat 2,75% atau turun dari rasio pada akhir semester I tahun sebelumnya pada tingkat 3,85%. Demikian Bank juga memiliki struktur permodalan yang kuat dengan rasio kecukupan modal (CAR) yang berada di level 20,9%, meningkat dari 17,8% pada satu tahun sebelumnya. 

“Pandemi yang masih terus berlangsung tidak menyurutkan langkah Bank untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan UMKM. Komitmen tersebut terus diupayakan Bank dengan melakukan pendampingan dan pengelolaan risiko yang intens dengan nasabah dan debitur, serta mendorong UMKM mengambil peluang yang positif di masa ini untuk dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Dengan cara demikian, Bank dapat berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi melalui mata rantai kerja sama yang sehat, yang sudah terjalin lama dan saling percaya dengan segenap nasabah dan debitur,” kata Direktur Utama Bank Sampoerna Ali Rukmijah, Kamis (19/8/2021). 

Bank Sampoerna yang telah bertransformasi secara digital sejak 2014 akan terus memutakhirkan layanan perbankan digital agar mempermudah nasabah dalam memenuhi kebutuhan perbankan mereka. 

Pertumbuhan transaksi digital Bank Sampoerna juga menunjukkan tren yang sangat baik.

Meski tidak terlepas dari dampak penurunan aktivitas ekonomi secara keseluruhan di semester I 2021, jumlah transaksi digital terus bertumbuh. Jumlah transaksi digital sejak awal Januari hingga Juni 2021 mencapai 15,9 juta transaksi, meningkat hampir 3 kali lipat daripada jumlah transaksi pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

“Kami berkomitmen untuk selalu meningkatkan transformasi digital yang sampai saat ini telah dijalankan. Di samping layanan internet banking, mobile banking, digital lending melalui PDaja.com, Bank Sampoerna juga berkolaborasi dengan berbagai fintech P2P lending, seperti Mekar untuk pemberdayaan UMKM khususnya perempuan, serta mendukung perluasan implementasi Gerbang Pembayaran Nasional (GPN),” ujar Direktur Bank Sampoerna Henky Suryaputra. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD